Bila Tak Dihargai, Ya Sudahlah…
Bila Tak Dihargai, Ya Sudahlah…

“Jangan bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang Anda cari adalah pahala dari Allah.” – Dr. Aidh Al-Qarni –
Ya sudahlah.. tak perlu kau risaukan pabila hasil kerja kerasmu tak bernilai apa-apa didunia, yakinlah Allah telah melihat keringat yang menetes dalam peluhmu, telah melihat darah yang menetes dari tubuhmu, dan telah melihat perbuatanmu. Azzamkan dalam sanubarimu, bahwa segala yang kulakukan diatas dunia ini diniatkan semata-mat hanyalah untuk Allah, sehingga tak ada lagi kata, tulisan, dan ekspresi yang keluar dari mulut, pena, dan tubuhmu “keluh kesah” dalam menjalani hari-hari yang sebetulnya indah namun mendadak menjadi tak menyenangkan karena dirimu sendiri.
ikhlas menjalani
walau tertatih menjalani
walau terluka dalam mendaki
walau keringat dan darah membanjiri
kulakukan demi ridho Illahi
Ada seorang teman seperjuangan yang curhat bahwa ia pernah memberikan nasehat terhadap suatu kepanitian. Agak keras memang nasehatnya, ia menasehati ihwal kelambatan mereka dalam bergerak, karena teman saya yang satu ini memang agak strength banget dalam hal kedisiplinan dan hal-hal yang berbau lambat. Ia mengirimkan nasehat atau bahasa kasarnya teguran kepada salah satu panitia tersebut via sms, lalu salah satu panitia tersebut membalas “Jazakallah mas, atas nasehatnya”. Besoknya, teman saya disms oleh sipanitia tadi, “Mas, kok bisa keluar statement seperti kemaren dari mas, tadi malam kita panitia kumpul….dst” sepertinya mereka keberatan dengan statement teman saya ini. Terus dibalas deh oleh teman saya “akhi.. terlepas benar atau tidaknya laporan yang ana dapat bahwa gerak antum lambat, sebaiknya itu dijadikan bahan renungan bukan jadi bahan perdebatan, karena pandangan orang lain terhadap sesuatu itu berbeda, evaluasi diri saja.” dan teman saya ini ber’tikad baik untuk mengajak panitia tersebut diskusi, namun ternyata tak ada gubrikan dan respon lanjutan dari mereka.. ya sudahlah… dan teman saya cerita bahwa ia merasa agak dijauhi tak seperti biasanya ketika mereka bertemu.. “ya sudahlah.. ana khusnudzan saja mungkin mereka lagi sibuk, atau mungkin ana terlalu sensitive.. he..he.. “ ia melanjutkan “apakah mereka menerima teguran ana atau tidak, itu nggak jadi masalah, yang terpenting ana sudah memperlihatkan kasing sayang ukhuwah ana ke mereka…”
Dalam dunia organisasi, kepanitian dan kerja, hal ini sering kali menganggu jiwa dan konsentrasi. Yah.. ketika kita sudah berusaha berbuat sesuatu untuk organisasi, kepanitian, dan perusahaan terkadang ada saja usaha kita yang tidak ditanggapi dan bahkan diacuhkan seperti angin lalu saja padahal menurut kita ini adalah usul, ide, dan gagasan yang baik untuk organisasi, kepanitiaan, dan perusahaan. Sedih, kecewa, marah, dongkol, dan lain-lain sering bersemayam dihati…coba kita ingat lagi dan telusuri makna dari kata-kata Dr. Aidh Al-Qarni dalam bukunya La Tahzan:
“Jangan bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang Anda cari adalah pahala dari Allah.” – Dr. Aidh Al-Qarni –
Jadikan Allah sebagai tujuan dalam segala aktivitas kita agar bernilai pahala dan berkah, seperti semboyannya Ikhwan..Allahu ghayatuna..Allah tujuan kita bukan yang lain…
Bila tak dihargai, ujarkan..Ya Sudahlah…
Terakhir dalam tulisan ini ada sebuah kata-kata mutiara yang dalem banget maknanya..
“janganlah bersedih ketika engkau tak dihargai, tapi bersedihlah jika engkau tak lagi berharga”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar