Entri Populer

Kamis, 23 Desember 2010

Happy Mother's Day

HAPPY MOTHER’S DAY
Assalamualaikum WarahmatullahiWabarakatuh
segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang telah mengangkat kita dari setitik air yang hina menjadi mahluk yang sempurna, shalawat berserta salam tak lupa kami curahkan untuk nabi Muhammad shalallahualaihi wassalam yang atas perjuangannya membawa kita kepada agama yang hak

Ibu... betapa indah dan sucinya kata ini. Kata yang membawa wanginya keramahan dan cinta kasih ke dalam jiwa, dan membuat kita merasakan kehangatan dan kemurniannya.

Islam menganggap bahwa mencapai tahap akhir kesempurnaan, yakni Surga, tergantung pada keridhoan sang Ibu. Rasulullah bersabda : "Syurga terletak di bawah telapak kaki Ibu..."

Islam memandang penghormatan kepada orang tua dan pelaksanaan hak-hak mereka sebagai kewajiban manusia terbesar setelah perintah Ilahi. Al-Qur'an mengatakan dalam hubungan ini, "...bersyukurlah kamu kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu..." (Qs. Luqman : 14). Perlu diperhatikan bahwa disini Allah Ta'ala segera setelah menyebut Hak-Nya sendiri, menyebutkan hak kedua orang tua.

Seorang lelaki datang kepada Nabi seraya berkata, "Wahai Nabi Allah... Tunjuki saya, kepada siapa saya harus berbuat baik untuk mendapatkan manfaat yang sempurna atas amal kebajikan saya?" Beliau bersabda, "Berbuat baiklah kepada Ibumu...". Lelaki itu bertanya dua kali lagi, "Dan sesudah beliau?" Nabi menjawab, "Kepada Ibumu...". Lelaki itu bertanya, "Kepada orang lain siapakah saya mesti berbuat baik pula?" Nabi bersabda, "Kepada Ayahmu..."

Semoga Allah subhanahuwataala selalu menuntun kita dalam meniti kehidupan yang semakin berat tantangannya. Dan kita akan selalu menghormati, menyayangi orang tua kita. Selalu mendoakan orang tua kita agar diampuni semua kekhilafannya. Amiin Ya Allah...

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Jakarta , 16 Muharram 1432 H
22 Desember 2010 M

BEM FIKES UIA
Hati Berzikir , Akal Berfikir & Tangan Mengukir

YA SUDAHLAH

Bila Tak Dihargai, Ya Sudahlah…
Bila Tak Dihargai, Ya Sudahlah…
http://menulisaja.files.wordpress.com/2010/10/sunyi_sepi_sendiri_by_romantickills.jpg?w=225&h=201
Jangan bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang Anda cari adalah pahala dari Allah.” – Dr. Aidh Al-Qarni –
Ya sudahlah.. tak perlu kau risaukan pabila hasil kerja kerasmu tak bernilai apa-apa didunia, yakinlah Allah telah melihat keringat yang menetes dalam peluhmu, telah melihat darah yang menetes dari tubuhmu, dan telah melihat perbuatanmu. Azzamkan dalam sanubarimu, bahwa segala yang kulakukan diatas dunia ini diniatkan semata-mat hanyalah untuk Allah, sehingga tak ada lagi kata, tulisan, dan ekspresi yang keluar dari mulut, pena, dan tubuhmu “keluh kesah” dalam menjalani hari-hari yang sebetulnya indah namun mendadak menjadi tak menyenangkan karena dirimu sendiri.
ikhlas menjalani
walau tertatih menjalani
walau terluka dalam mendaki
walau keringat dan darah membanjiri
kulakukan demi ridho Illahi
Ada seorang teman seperjuangan yang curhat bahwa ia pernah memberikan nasehat terhadap suatu kepanitian. Agak keras memang nasehatnya, ia menasehati ihwal kelambatan mereka dalam bergerak, karena teman saya yang satu ini memang agak strength banget dalam hal kedisiplinan dan hal-hal yang berbau lambat. Ia mengirimkan nasehat atau bahasa kasarnya teguran kepada salah satu panitia tersebut via sms, lalu salah satu panitia tersebut membalas “Jazakallah mas, atas nasehatnya”. Besoknya, teman saya disms oleh sipanitia tadi, “Mas, kok bisa keluar statement seperti kemaren dari mas, tadi malam kita panitia kumpul….dst” sepertinya mereka keberatan dengan statement teman saya ini. Terus dibalas deh oleh teman saya “akhi.. terlepas benar atau tidaknya laporan yang ana dapat bahwa gerak antum lambat, sebaiknya itu dijadikan bahan renungan bukan jadi bahan perdebatan, karena pandangan orang lain terhadap sesuatu itu berbeda, evaluasi diri saja.” dan teman saya ini ber’tikad baik untuk mengajak panitia tersebut diskusi, namun ternyata tak ada gubrikan dan respon lanjutan dari mereka.. ya sudahlah… dan teman saya cerita bahwa ia merasa agak dijauhi tak seperti biasanya ketika mereka bertemu.. “ya sudahlah.. ana khusnudzan saja mungkin mereka lagi sibuk, atau mungkin ana terlalu sensitive.. he..he..  ia melanjutkan “apakah mereka menerima teguran ana atau tidak, itu nggak jadi masalah, yang terpenting ana sudah memperlihatkan kasing sayang ukhuwah ana ke mereka…
Dalam dunia organisasi, kepanitian dan kerja, hal ini sering kali menganggu jiwa dan konsentrasi. Yah.. ketika kita sudah berusaha berbuat sesuatu untuk organisasi, kepanitian, dan perusahaan terkadang ada saja usaha kita yang tidak ditanggapi dan bahkan diacuhkan seperti angin lalu saja padahal menurut kita ini adalah usul, ide, dan gagasan yang baik untuk organisasi, kepanitiaan, dan perusahaan. Sedih, kecewa, marah, dongkol, dan lain-lain sering bersemayam dihati…coba kita ingat lagi dan telusuri makna dari kata-kata Dr. Aidh Al-Qarni dalam bukunya La Tahzan:
Jangan bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang Anda cari adalah pahala dari Allah.” – Dr. Aidh Al-Qarni –
Jadikan Allah sebagai tujuan dalam segala aktivitas kita agar bernilai pahala dan berkah, seperti semboyannya Ikhwan..Allahu ghayatuna..Allah tujuan kita bukan yang lain…
Bila tak dihargai, ujarkan..Ya Sudahlah…
Terakhir dalam tulisan ini ada sebuah kata-kata mutiara yang dalem banget maknanya..
“janganlah bersedih ketika engkau tak dihargai, tapi bersedihlah jika engkau tak lagi berharga”